Orang jaman sekarang makin tega, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. dengan penipuan sekali pun.
Seperti yang terjadi dalam bis antarkota yang mengantarku dari Surabaya ke Purwoasri minggu siang
Bis yang semula adem ayem tiba-tiba heboh, oleh suara dari dalam bungkusan seorang ibu yang jatuh.
dari bagian belakang bis terdengar suara besar seorang lelaki (orang 1) yang membuka percakapan dengan si ibu, “Apa itu Bu?”,
si ibu “Burung Pak..”, “Burung apa? kok bagus bener suaranya?”
“ini Beo Pak, ini saya peroleh dari …blablabla….”
orang pertama yang ternyata ia berperawakan besar dan berkumis tebal berjalan mendekati sang ibu yang berusia skitar 50 tahunan.
“Coba lihat Bu…” sambil menuntun si Beo supaya menirukan ucapannya..
orang 1 :”sudah, gimana klo saya beli saja, Ibu minta aharga berapa?”
ibu : “500 ribu”
orang 1 : “Saya beli 350 ribu cash, tapi ibu ikut saya dulu ke rumah, ngambil uangnya….soalnya saya cuma bawa 250 ribu sekarang..”
ibu : “nggak deh mas, klo gak 500 ribu”
Kemudian orang lain (orang 2) ikutan menawar,..
Lelaki gundul ini meyodorkan HP nya dan berkata, “gimana klo saya tuker dengan HP saya?”
setelah melihat-lihat HP tadi, rupanya sang ibu masi belum cocok..
orang 1 lagi-lagi beranjak dari tempat duduknya dan mendekati si ibu, “Makanya, Ibu ikut saya turun dulu,..di Krian situ kok… “
Tampaknya si Ibu tidak menghiraukan orang 1, dia beranjak ke depan karena tampaknya di sana ada orang lain yang tertarik juga dan tawar-menawar yang sama kembali berlangsung..
Sepanjang percakapan berlangsung, si Beo juga terus berkicau…
Si Ibu kembali ke tempat duduknya, karena gak deal dengan 2 orang di depan tadi,..
kemudian Ibu tadi menawarkan bungkusan itu ke seorang pemuda, teman duduknya..
orang 1 dan 2 punmndekati sang pemuda dan ngompori pemuda tadi untuk beli Beo..
Pemuda itu pun luluh, tanpa berpikir panjang ia segera merogoh koceknya, dan tak tanggung-tanggung dia sekaligus beli 2 ekor.
Setelah transaksi successfully done, si ibu segera turun dari bis..
sedangkan orang 1 dan 2 masih mendampingi pemuda tadi,hingga beberapa waktu, kemudian bersama-sama orang 3 dan 4 turun dari bis…
Sejak kelima orang tadi turun, si Beo malah ga bersuara sama sekali…
Tuntas sudah kaleidoskop ini di putar…
Sudah 2 kali aku ngalami hal yang sama, persis….kalo gak salah pelakunya pun sama…
Hanya saja dulu di Kediri kota, dan sekarang terjadi dalam perjalanan Krian - Mojokerto.
Sejak drama ini di mulai tentu saja aku tenang, malah menikmatinya.. senyum-senyum kecil karena aku pikir ”duh crita klasik… nyata banget deh kalo bo’ongan, orang lain juga pasti tau…, buktinya dari tadi orang-orang juga diem aja, tenang…”
Tapi ketika sang pemuda mulai ’dikeroyok’ dan dia membuka dompetnya..
Pingiin… rasanya aku menghentikan aksi penipuan gila ini,…..
Tapi aku mikir-mikir lagi…
1. misal aku bilang “mas jangan beli!!! ini penipuan… ”
dan tiba-tiba orang 1 dan 2 tadi ngroyok aku…, gak tau deh bakal gimana…
2. misal aku bener-bener ngelakuin poin 1, apa iya penumpang-penumpang lain ini bakal nolongin aku…?? lha wong dari tadi diem aja, cuek, Cuma ngeliatin…ya nyari slamet diri sendiri lah….
3. ya, mungkin musibah ini emang pelajaran buat pemuda tadi dan bagian dari kisah hidupnya biar lebih waspada , jangan jajan sembarangan dan rencanakan setiap pengeluaran….
Dengan berat hati, aku urungkan niat ku…
Sekedar untuk mencari keselamatan diri sendiri…
Ya Rabb,…ampunilah dosaku..
Karena tipisnya iman, tidak bisa menghentikan kejahatan di depan mataku dengan tangan dan lisanku….
hwaaaaaa…